Dekalb

IMG_0163Bayangan awal saya tentang kota ini saya dapat dari film Transformer 4: Age of Extinction. Sejumlah adegan dalam film itu mengambil setting di ladang jagung.

Cerita yang lebih rinci tentang Dekalb saya dapat dari Sirojuddin Arif, kandidat doktor ilmu politik di Northern Illinois University (NIU), Dekalb. Ia sedang riset disertasinya di Indonesia ketika saya sedang siap-siap untuk berangkat. Selama riset, ia diminta mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Jakarta. Saya ketemu dengannya beberapa kali di sana. Dia banyak cerita tentang kota Dekalb, situasi kampus NIU, dan sistem perkuliahan di sana.

Inilah Dekalb. Sebuah kota kecil di Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat.

Kota ini dikelilingi perkebunan, sebagian besar jagung. Seperti Parung saya bilang. Tapi kata Hendro Prasetyo, senior saya di UIN Jakarta, Parung masih mendingan. Sebagai perbandingan, kecamatan di Kabupaten Bogor itu berpenduduk 110 ribu jiwa. Sementara Dekalb hanya berpenduduk sekitar 40 ribu jiwa. Sebuah kota (mungkin setingkat kabupaten) di Amerika. Saya membayangkan sebuah kecamatan di Sumatera.

Karena itu saya sudah menyiapkan mental jauh-jauh hari. Akan tinggal di kota yang jauh dari hiruk pikuk kota besar. Tak seperti Ciputat dan Pamulang, tempat saya tinggal sejak 2002. Padat, macet, dan dekat dengan ibukota: Jakarta.

Di sejumlah acara perpisahan sebelum berangkat, teman-teman bertanya tentang kota tempat saya akan belajar nanti. Cara paling mudah adalah merujuk film Transformer itu. Gambaran visual dari film itu tentu lebih mudah dicerna.

Kota-kota di sekitar Dekalb seperti Rockford, Sycamore, dan Malta dipisahkan oleh perkebunan jagung. Sementara di luar pusat kota Dekalb, jarak rumah antar-warga dipisahkan satu areal perkebunan dengan perkebunan lain. Mereka biasanya petani pemilik perkebunan itu. Ada juga beberapa kampung kecil. Mungkin jumlah rumahnya paling banter sebanyak jumlah rumah satu RT di pedesaan Indonesia. Puluhan saja.

Karena itu kota ini tidak populer.

Nama kota ini saya kenal pertama kali lewat reading di soal TOEFL. Dekalb adalah lokasi pabrik kawat berduri (barbed wire). Bagi yang suka nonton film perang Hollywood, tentu punya bayangan tentang kawat berduri. Di masa Perang Dunia, kawat berduri jadi salah satu peralatan perang yang penting. Saya tahu kawat berduri waktu kecil. Era 1980-an banyak kebun di kampung saya di Palembang yang dipagar dengan kawat berduri. Kawat yang sudah tak terpakai biasanya dibiarkan saja di tanah. Karatan. Jika bermain di areal berpagar atau pernah dipagari kawat itu, saya harus hati-hati jika tak ingin kena tetanus.

Selain itu, nama Dekalb saya dengar dari beberapa profil orang yang pernah sekolah di sana. Anies Baswedan, Nico Harjanto, dan Philips Vermonte adalah beberapa intelektual Indonesia lulusan NIU. Kota Dekalb selalu disebut sebagai lokasi bagi kampus NIU.

Selebihnya saya tak pernah dengar nama Dekalb.

Kampus NIU terletak tak jauh dari pusat kota DeKalb. Ini adalah kampus menengah di Amerika dengan jumlah mahasiswa sekitar 20.000 orang. Mahasiswa internasional berasal dari berbagai negara, seperti Cina, India, Korea Selatan, Arab Saudi, termasuk Indonesia. Tapi, jumlah mahasiswa Indonesia hanya belasan di sini, tidak begitu banyak. Sebagian besar mahasiswa ilmu politik.

DeKalb hanya berjarak sekitar 70 mil dari Chicago, ibukota Illinois. Di Amerika, jarak seperti itu bisa ditempuh hanya dalam 1-1,5 jam saja. Tak ada macet. Chicago adalah salah satu kota besar di Amerika Serikat. Terkenal sebagai kota industri dan perdagangan. Yang pernah nonton Al Capone atau The Untouchables tahu gambaran kota ini. Sejumlah gangster besar Amerika pernah ada di sini. Salah satunya Al Capone itu. Atau yang suka Frank Sinatra, salah satu lagunya yang terkenal berjudul Chicago.

Di peta Amerika, Illinois terletak agak di tengah, sering disebut midwest. Kontur geografis tanah di bagian midwest ini datar sehingga cocok untuk jadi lahan perkebunan. Umumnya jagung, meski ada juga kedelai, gandum, dan apel. Sepanjang highway dari Chicago ke DeKalb, pemandangan perkebunan jagung yang luas itu menghampar.

Meski kecil, Dekalb berbeda dengan kota kecil di Indonesia. Pusat perbelanjaan lengkap dan banyak pilihan. Yang terbesar adalah Walmart. Dibanding Carrefour Lebak Bulus, supermarket ini masih jauh lebih besar dan lengkap. Berbagai macam restoran juga ada di Dekalb, termasuk restoran Cina dan Thailand. Semua fasilitas publik yang jadi persyaratan sebuah kota juga ada, termasuk rumah sakit, sekolah, dan taman kota. Jalan rayanya lebar, standar jalan di Amerika. Transportasi umum dalam kota mengandalkan bis kampus yang disediakan gratis oleh kampus NIU untuk mahasiswa. Bis umum juga ada.

Yang jadi soal cuma angkutan umum luar kota. Tak seberhamburan seperti Indonesia. Jika hendak ke Chicago pakai angkutan umum, yang tersedia hanya kereta dan bis. Naik kereta harus ke stasiun di Elburn, kota sebelah DeKalb. Kabarnya warga Dekalb tak ingin kereta komersil dari Chicago sampai DeKalb. Mereka khawatir, orang-orang Afro-Amerika dari Chicago akan membanjiri DeKalb. Konsekuensinya kriminalitas akan meningkat. Tingginya angka kriminalitas di Amerika seringkali memang sejalan dengan proporsi warga Afro-Amerika. Yang lebih mudah untuk ke Chicago adalah naik bis Greyhound. Jalur ini baru dibuka, dan berhenti tepat di NIU. Cuma, bis itu hanya datang dua kali sehari. Kota-kota kecil di Amerika memang tidak sebaik di Indonesia untuk urusan angkutan umum. Mungkin karena umumnya setiap orang punya mobil. Seperti hampir setiap rumah di Indonesia punya motor.

Di Amerika kota seperti Dekalb ini disebut college town, kota pelajar. Karena itu, musim liburan kota ini jadi tambah sunyi. Para mahasiswa pulang kampung. Suasana jadi seperti desa di Jawa.

Advertisements

3 thoughts on “Dekalb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s