Waktu, Cinta, dan Pengharapan

Hari ini dia berulang tahun. Kuiringkan selamat dan pengharapan. Untuk segala kebaikan, kebahagiaan, dan kebijaksanaan.

Kepada Nurseha, catatan kecil ini kuterakan. Padanya kusematkan ikrar janji: menata rumah tangga, mengarungi waktu, dan merayakan cinta.

Barangkali tak ada yang lebih melegakan dan membahagiakan ketimbang ikatan yang telah dibangun itu terus terjaga. Bukannya tanpa riak dan gelombang. Tentu saja seringkali harus melewati jalan berliku, licin, dan mendaki. Namun tak kurang juga kemudahan yang diperoleh, kejutan di tengah jalan, juga kompas penunjuk arah ketika tiba-tiba tersesat tak berujung.

Kehidupan memang tak menjanjikan apapun kecuali mesti direngkuh dengan kerja dan upaya. Tapi di sinilah kuncinya. Kebersamaan dalam bahtera rumah tangga membuat yang sesak menjadi lega. Keringat mungkin mengucur deras, tapi akan selalu ada tangan-tangah yang saling menyeka dan mengeringkan. Badai mungkin membuat gentar, tapi kebersamaan membuat kaki tak berhenti melangkah.

Padanya kusampaikan: “Apa yang sudah kita bangun, tentu akan kita jaga agar tumbuh dan lestari. Apa yang belum, mungkin mimpi-mimpi yang pernah terucap, kita ikhtiarkan untuk menggapainya. Sebaik-baiknya.”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s