Dikejar Deadline

Senior saya di PPIM UIN Jakarta, Jajang Jahroni, sempat pesan sebelum saya berangkat ke Amerika: “Usahakan jangan sampai sakit! Karena kalau sakit nanti repot, terutama jika harus menyelesaikan tugas-tugas kuliah.”

Ya, tak boleh sakit bukan karena biaya dokter yang mahal di Amerika, karena itu sudah ditanggung asuransi. Apalagi tiap mahasiswa wajib membayar asuransi yang disyaratkan kampus tanpa ada eksepsi. Di NIU per student membayar sekitar 1000 dolar per semester. Sangat mahal.

Minggu lalu saya demam hingga lebih tiga hari. Ini untuk pertama kali sakit sedikit parah setelah dua tahun setengah di Amerika. Biasanya jika merasa ada gejala akan sakit langsung saya hantam vitamin C atau tolak angin. Biasa segera pulih. Yang kemarin itu tidak biasa. Setelah saya baca simptomnya mirip dengan gejala radang tenggorokan. Ada virus yang menyerang.

Untungnya sakit datang setelah semua tugas akhir semester dikumpulkan. Sakit seperti menjadi penutup semester fall 2016 dan penanda masuk winter break. Barangkali setelah diforsir berminggu-minggu menyelesaikan tiga paper, tubuh meminta jatahnya untuk istirahat total. Maka, selama demam itu saya hanya beristirahat dan tiduran.

Ditambah lagi cuaca musim dingin saat ini. Harus benar-benar menjaga pola makan dan stamina. Maklum, dingin diikuti oleh hasrat untuk ngemil, biasanya yang paling enak adalah gorengan. Salah-salah bisa terserang radang tenggorokan karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang berminyak. Atau, dalam suhu yang ekstrim ini, keluar rumah harus dipastikan tidak dalam perut kosong. Untuk menghindari masuk angin.

Inilah dinamika kuliah di Amerika. Tiap akhir semester menjadi masa-masa yang stressful. Tugas akhir kuliah, umumnya paper, harus segera dikumpulkan dalam waktu yang hampir bersamaan. Karena umumnya mahasiswa mengambil tiga mata kuliah, maka akan ada tiga paper yang harus diselesaikan.

Idealnya paper dimulai sedari awal kuliah, dan pertengahan semester sudah selesai. Tiap semester saya sebetulnya meniatkan seperti itu. Sayangnya, tugas-tugas lain seperti response paper mingguan, mid-term paper, atau presentasi kerap menyita waktu sehingga final paper baru bisa diselesaikan hingga menjelang deadline.

Yang harus terus diasah adalah kemampuan menulis cepat dalam bahasa Inggris. Kalau skil ini sudah dikuasai, tugas-tugas kuliah itu akan bisa diselesaikan tanpa harus mepet deadline. Tentu saja itu butuh proses, juga latihan yang terus-menerus. Biar tak ada lagi yang namanya dikejar deadline, sesuatu yang mestinya bisa diatasi dengan strategi yang tepat.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s