Semeru, Aku Ingin Mendakimu Sekali Lagi

Pendakian kali ini istimewa. Saya baru saja menikah. Banyak orang bilang, para pendaki akan gantung tas carrier begitu berumah tangga. Saya berharap tidak. Selain itu, ini pendakian ke puncak tertinggi di Jawa. Keinginan yang sudah lama ingin saya wujudkan.

Semeru memiliki ketinggian 3.676 mdpl. Terletak di dua kabupaten: Malang dan Lumajang, di Jawa Timur. Rute pendakian ditempuh melalui Malang.

Kamis, 29 Juli 2010, pukul 14.00, saya, Efray, Meldo, dan Aung berangkat dari Ciputat menuju terminal Lebak Bulus. Pukul 16.00 bis Kramat Jati yang kami tumpangi bertolak dari terminal Lebak Bulus. Rute yang dilalui bis adalah jalur pantai utara. Pukul 20.30 bis berhenti di sebuah restoran di Indramayu. Kami makan malam di sana.

Jumat, 30 Juli 2010 pukul 05.45 kami sampai di wilayah pesisir Tuban. Bis berhenti di Restoran Mitra, Tuban. Kami sarapan di sana. Pukul 12.20 siang bis memasuki terminal Arjosari, Malang. Tas carrier kami turunkan dan segera menuju sebuah warung makan tak jauh dari pintu masuk terminal. Istirahat sekalian makan siang. Lalu kami mencari supermarket di luar terminal untuk membeli logistik.

Tak lama berselang, Ipong dan Rifai yang berangkat dari Semarang sampai di terminal. Pukul 14.00, setelah kami lengkap berenam, perjalanan dilanjutkan. Naik angkot menuju Pasar Tumpang, di Kabupaten Malang. Perjalanan ditempuh sekitar satu jam. Pukul 15.00 kami sampai di Tumpang. Di sana, kami memeriksa kesehatan di Puskesmas untuk mendapat surat keterangan sehat. Selain itu juga mengisi formulir dan memesan jeep.

Pukul 16.30, mobil jeep berangkat. Di tengah jalan, mobil berhenti di kantor Taman Nasional Bromo Semeru. Kami harus mengurus pendaftaran terlebih dulu. Pukul 17.10 urusan pendaftaran beres, lalu perjalanan dilanjutkan menuju basecamp. Saya baru tahu kenapa harus naik jeep. Track menuju basecamp menanjak dan berkelok. Di sisinya adalah jurang. Tak semua mobil bisa naik. Jalanan pun terjal sehingga perlu sopir yang berpengalaman. Apalagi di tengah jalan, jeep kerap berpapasan dengan truk atau jeep lain yang hendak turun. Selain itu, jarak menuju basecamp ini pun cukup jauh dari Pasar Tumpang. Itu kenapa ongkos sewanya lumayan mahal.

Senja mulai turun. Hawa dingin pegunungan pun sudah terasa. Perlahan-lahan suasana menjadi gelap. Pukul 18.30, jeep yang kami tumpangi sampai di basecamp Ranupani. Ranupani adalah nama danau di kaki Gunung Semeru. Letaknya tak jauh dari basecamp.

Kami beristirahat dan makan malam di basecamp. Mengisi buku tamu dan meninggalkan fotokopi KTP, serta nomor ponsel. Memesan teh manis panas penghangat badan. Suasana di basecamp cukup ramai. Untung kami masih dapat tempat untuk rebahan. Makin malam, makin banyak pendaki yang datang. Maklum, ini musmi panas. Musimnya para pendaki mendaki gunung. Basecamp ini cukup besar sehingga bisa menampung banyak pendaki. Di dinding dalam ruangan banyak foto-foto para pendaki yang terpajang.

Pukul 20.30 kami tidur di basecamp. Mungkin karena ramai, pukul 02.30 dinihari kami sudah terbangun.

Jumat, 31 Juli 2010. Tak lama setelah bangun, kami langsung saja packing, meski tidak langsung berangkat. Keluar mencari udara segar. Danau Ranupani masih berselimut kabut. Pukul 07.00 kami ke Ranu Regulo yang terletak tak jauh dari Danau Ranupani. Danau ini cukup indah dan lebih kecil. Kami tak lama di sana. Cuma berfoto sembali menikmati udara dan matahari pagi pegunungan.

Pukul 07.30 kami berangkat. Memulai pendakian. Diawali dengan doa bersama dan briefing. Tradisi yang kami lakukan tiap memulai pendakian. Beberapa yang perlu diingat, tidak membuang sampah sembarangan, dan istirahat jika memang lelah. Beberapa saat setelah melewati ladang penduduk, kami memasuki hutan.

Jarak antar pos tidak begitu jauh. Jalanan pun masih tak terlalu menanjak. Pukul 08.20 kami sampai di Pos I. Lalu jam 09.20 kami sampai di Pos II. Dan dua jam kemudian, pukul 11.30, kami sampai di Pos III Watu Rejeng. Tak lama kemudian, pukul 12.30 kami sampai di Ranu Kumbolo. Pemandangan yang indah terhampar di depan mata. Benar kata orang, Danau Ranu Kumbolo sangat indah. Dikelilingi bebukitan dan padang sabana. Kami foto-foto. Sembari menyiapkan makan siang. Kabut segera datang. Kami tak berlama-lama.

Pukul 14.00 kami segera melanjutkan perjalanan. Menyusuri Ranu Kumbolo. Lalu mendaki “Tanjakan Cinta” yang terkenal itu. Tak begitu tinggi dan curam. Tapi jika cerah memang lebih indah, dengan Danau Ranu Kumbolo terhampar di depan mata. Gerimis turun. Kami memasuki padang sabana yang luas, seluas mata memandang. Namanya Oro-Oro Ombo. Sungguh menakjubkan. Jalanannya mendatar.

Alam Semeru sungguh eksotik dan rupawan. Keindahan alam membuat perjalanan terasa nikmat.

Pukul 15.00 kami sampai di Cemoro Kandang. Sesuai namanya, ini adalah kawasan hutan cemara yang luas. Perjalanan mulai menanjak. Pukul 17.30 kami sampai di Jambangan, ujung dari Cemoro Kandang. Memasuki kawasan hutan edelweis dikelilingi padang sabana.

Pukul 18.30 saya dan Efray sampai di Kali Mati. Meldo dan Rifai sudah sampai setengah jam lebih awal. Sementara Aung dan Ipong tertinggal setengah jam di belakang. Pukul 19.00 kami lengkap berenam. Kawasan ini menjadi tempat bermalam para pendaki sebelum menuju puncak. Banyak tenda yang sudah didirikan di sana.. Ketinggian 3.200 mdpl. Ada basecamp kecil. Tapi tidak ada yang memakai karena kotor dan tidak terawat.

Cuaca hujan. Hawa dingin menusuk tulang, ditambah angin pegunungan yang cukup kencang. Maka, kami segera mendirikan. Membuat makan malam, memasak nasi, mi instan, dilengkapi sambal tempe orek yang kami bawa dari Ciputat. Buatan Nurseha, istri saya. Kami juga membuat kopi dan teh, untuk penghangat tubuh. Setelah bersenda gurau sebentar, pukul 20.30 kami tidur. Tak lupa saya minum obat anti masuk angin dulu untuk mengurangi lelah dan mencegah sakit.

Minggu, 1 Agustus 2010 pukul 01.00 dinihari Aung dan Ipong terbangun. Keduanya bergegas melanjutkan perjalanan menuju puncak. Saya dan Efray juga terbangun. Tapi masih kelelahan. Meldo dan Rifai juga terbangun. Keduanya melanjutkan tidur. Saya dan Efray memutuskan menunda menuju puncak pada keesokan harinya. Selain kecapekan, sepatu juga basah kehujanan.

Pukul 06.00 semua bangun. Menikmati sunrise di Kalimati. Sembari foto-foto. Pukul 08.30 saya dan Efray mengambil air di Sumber Mani. Di sebuah mata air dari semacam kali, tapi tak ada airnya. Mungkin itu kenapa disebut Kali Mati. Saya menduga, ketika musim hujan kali itu jadi saluran air dari Puncak Semeru.

Pukul 10.30 Aung dan Ipong sampai kembali ke Kali Mati. Aung memutuskan untuk pulang. Meski saya, Efray, dan Meldo ingin menginap semalam lagi untuk menuju Puncak Mahameru, namun akhirnya kami putuskan untuk pulang. Tak apa, meski tak semua mencapai puncak, kami berharap akan kembali lagi suatu hari nanti.

Setelah packing, pukul 12.30 kami memulai perjalanan turun. Pukul 13.30 kami sampai di Cemoro Kandang. Perjalanan turun selalu lebih cepat. Pukul 14.00 kami sudah sampai di Ranu Kumbolo. Cuaca cerah. Tak seperti sehari sebelumnya ketika kami sampai di sini. Menikmati Danau Ranu Kumbolo yang cukup ramai. Berfoto dan beristirahat sejenak.

Pukul 14.30 kami meninggalkan Ranu Kumbolo. Meninggalkan danau yang indah dan padang sabana indah yang mengelilinya. Kami memasuki kawasan hutan. Sejam kemudian kami sampai di Watu Rejeng. Lalu pukul 16.30 kami sampai di Pos II Landengan Dowe. Sejam kemudian kami sampai di Pos 1, dan pukul 18.30 kami sudah sampai di basecamp.

Karena Ipong kelalahan kami terpencar. Ipong, Aung dan Rifai baru sampai di basecamp dua jam kemudian yaitu pukul 20.30. Kami beristirahat sejam basecamp. Membersihkan badan, beli makan, dan minum teh hangat. Pukul 21.30 kami turun naik jeep. Pukul 23.00, sampai di Tumpang. Lalu melanjutkan naik angkot ke stasiun kereta. Sampai pukul 01.00 dinihari. Kami tidur di emperan stasiun yang masih tutup.

Senin, 2 Agustus 2010 pukul 03.30 dinihari kami bangun. Loket karcis baru buka. Kami segera memesan karcis kereta menuju Surabaya. Pukul 04.30 kereta berangkat dari stasiun Malang. Sialnya, kereta berjalan sangat lambat dan sering berhenti. Baru pada pukul 07.50 kami masuk Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut. Kami harus segera mengejar kereta pagi ke Jakarta di Stasiun Pasar Turi. Pukul 08.10 kami sampai di Stasiun Pasar Turi. Ketika kami datang, kereta ke Jakarta berangkat. Hanya selisih beberapa menit. Meski kami sudah berlarian. Ketinggalan kereta.

Akhirnya, di stasiun kami sarapan dulu dan mandi di toilet umum. Pukul 09.30 kami menuju ke pool bis Lorena. Untungnya bis berangkat siang, jadi masih terkejar. Pukul 10.30 bis berangkat ke Terminal Bungur. Di sini kami berpisah dengan Rifai dan Ipong yang akan pulang ke Semarang. Pukul 13.30 bis meninggalkan terminal menuju Jakarta. Meninggalkan kenangan. Membawa lelah. Juga hasrat menggapai Puncak Mahameru yang tertunda, sembari menikmati lagi keindahan alam Semeru yang tak terpermanai.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s