Mudik

Tahun ini, bersama Seha dan Brilian, saya mudik ke Palembang. Terakhir kali kami mudik adalah dua tahun lalu, sebelum berangkat ke Amerika. Seperti kebanyakan orang, mudik jadi kesempatan bertemu dan menengok orang tua. Profesor Komaruddin Hidayat pernah bilang: “Mudik merupakan realisasi dari fitrah manusia untuk kembali ke asal, mencari akar dirinya.” Sayangnya, saya kesulitan mendefinisikan […]

Tahu Asap dan Kereta yang Setara Negara Maju

Akhirnya saat itu datang juga: kembali ke bumi Indonesia, bertemu dengan orang-orangnya, alamnya, dan dunianya. Kata beberapa teman, kembali ke “kenyataan.” Dua tahun boleh jadi bukan waktu yang lama. Apalagi beberapa hari tinggal di Bekasi, tak banyak perubahan yang terlihat. Kembali menyaksikan pemandangan yang sudah jadi biasa: kesemrawutan jalan raya; got-got yang tak terurus dan […]

Membaca Pram

Hari-hari ini saya membaca tetralogi Bumi Manusia—Bumi Manusia, Anak semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca—karya Pramoedya Ananta Toer. Dua dari tetralogi itu telah saya tamatkan. Ini memang sudah saya niatkan sejak tahu Seksi Asia Tenggara Perpustakaan NIU tak hanya menyimpan karya-karya akademik tentang Indonesia. Karya-karya sastra tulisan sastrawan Indonesia, termasuk karya-karya Pram, juga bisa […]