Tetap Orang Indonesia

Beberapa hari ini Billy mandi sendiri. Sebelum-sebelumnya memang dia sudah bisa memakai shampoo dan sabun sendiri. Tapi kini dia ingin melakukan sendiri semuanya: membuka baju, memakai sabun, menuang pasta gigi dan menyikat gigi, hingga memakai handuk sendiri setelah mandi. Katanya, “Aku kan sudah mau punya adik. Jadi, harus bisa melakukan semuanya sendiri.” Setelah mandi pun […]

Dokter Kandungan

Tadi pagi Billy senang sekali. Dia baru saja menemukan dan mengunduh game tentang ibu hamil di ipad-nya. Ini sebenarnya permainan sederhana tentang apa yang harus dilakukan seorang perempuan hamil hingga melahirkan. Si anak yang memainkan game ini harus melakukan hal-hal sesuai yang diinstruksikan. Sekilas game ini tidak jauh beda dengan game Tom Cat. Sejak Seha […]

Almost One Hundred

5 Desember lalu, ketika Seha ulang tahun, Billy turut mengucapkan selamat ulang tahun kepada ibunya itu. Setelah itu dia tanya, “Mama ulang tahun yang ke berapa?” Istri saya jawab, “Yang ke-33 Bil.” Billy dengan enteng menimpali, “Wow, almost one hundred.” Saya dan Seha tertawa saja mendengan responnya itu. Di sekolahnya Billy memang sedang belajar menghitung. […]

Dingin Pasti Berlalu

Pagi-pagi sekali saya mendapat kabar dari Jefferson School bahwa sekolah hari ini diliburkan. Sebabnya karena suhu yang terlalu dingin hari ini. Ini kali pertama sekolah Billy libur setelah cuaca yang buruk belakangan ini. Beberapa hari lalu dinginnya bahkan mencapai -30 derajat celcius. Kalau sudah begini, lebih baik tak keluar rumah jika memang tak ada keperluan mendesak. Memang […]

Great Job, Billy!

3 November 2016 lalu saya dan Seha bertemu wali kelas Billy, Mrs. Crosby, di sekolahnya, Jefferson School. Nama pertemuannya: Teacher Conference. Di Indonesia ini sebetulnya bagi rapor. Bedanya, penerimaan rapor dilakukan oleh guru kelas pada masing-masing orang tua, secara tertutup. Tidak pakai rangking-rangkingan. Dan yang menarik, bagi rapor ini bukan sekedar guru menyerahkan buku rapor. Tapi, guru […]

Sepotong Purnama untuk Istriku

Kepulangan tinggal menghitung hari. Tapi jujur, waktu justru terasa berjalan lamban. Orang bilang, itu mungkin karena kerinduan yang tak tertahankan. Pada Indonesia, buminya dan manusianya. Terutama, padamu Seha dan Brilian, istri dan putraku tercinta. Tak ada lagi purnama yang perlu dihitung dan ditunggu-tunggu. Barangkali tinggal sepotong saja, dan ingin rasanya kubawa pulang, sebagai kado untukmu. […]