Almost One Hundred

5 Desember lalu, ketika Seha ulang tahun, Billy turut mengucapkan selamat ulang tahun kepada ibunya itu. Setelah itu dia tanya, “Mama ulang tahun yang ke berapa?” Istri saya jawab, “Yang ke-33 Bil.” Billy dengan enteng menimpali, “Wow, almost one hundred.” Saya dan Seha tertawa saja mendengan responnya itu. Di sekolahnya Billy memang sedang belajar menghitung. […]

Dikejar Deadline

Senior saya di PPIM UIN Jakarta, Jajang Jahroni, sempat pesan sebelum saya berangkat ke Amerika: “Usahakan jangan sampai sakit! Karena kalau sakit nanti repot, terutama jika harus menyelesaikan tugas-tugas kuliah.” Ya, tak boleh sakit bukan karena biaya dokter yang mahal di Amerika, karena itu sudah ditanggung asuransi. Apalagi tiap mahasiswa wajib membayar asuransi yang disyaratkan kampus tanpa […]

Dingin Pasti Berlalu

Pagi-pagi sekali saya mendapat kabar dari Jefferson School bahwa sekolah hari ini diliburkan. Sebabnya karena suhu yang terlalu dingin hari ini. Ini kali pertama sekolah Billy libur setelah cuaca yang buruk belakangan ini. Beberapa hari lalu dinginnya bahkan mencapai -30 derajat celcius. Kalau sudah begini, lebih baik tak keluar rumah jika memang tak ada keperluan mendesak. Memang […]

Trump

Selasa, 8 November 2016, jadi hari penentu siapa yang bakal jadi presiden Amerika Serikat empat tahun ke depan: Hillary Clinton dari Partai Demokrat atau Donald Trump dari Partai Republik. Tak hanya buat warga Amerika, pemilu ini juga penting buat saya sebagai mahasiswa internasional di Amerika. Pertama, Trump dalam kampanyenya berulang-ulang bilang akan mempertegas soal imigrasi, termasuk […]

Belajar Politik di Amerika (2)

Sebelumnya lihat Belajar Politik di Amerika (1) Lika-Liku Pilih Kampus Sebelum saya berangkat ke Amerika, banyak yang tanya: “Jadinya mau kuliah di mana?” “Northern Illinois University (NIU), di Dekalb, Illinois,” jawab saya. Biasanya diikuti pertanyaan lanjutan: “Mengapa pilih NIU?” Pertanyaan itu mungkin tak akan muncul jika saya menyebut nama kampus Ivy League, yaitu delapan kampus tua dan […]

Iqra

Pertengahan Agustus 2014. Belum genap seminggu saya berada di Amerika. Sambil menunggu urusan kontrak apartemen beres, saya tinggal beberapa hari di hotel Holmes Student Center NIU. Sore itu, dia datang menyambangi saya. “Halo, Mas. Saya Iqra,” katanya memperkenalkan diri. Rambutnya gondrong, memakai jeans belel dan kaos batik gombrang, serta memakai sandal. Itulah kali pertama saya berjumpa dengan […]

Pabelan dan Mimpi Amerika (1)

Tulisan ini dimuat dalam buku “Setengah Abad Pondok Pabelan: Perjalanan Meraih Impian” (2015). Tarikh menunjukkan paruh kedua dekade 1990-an. Bersama ratusan santri lainnya, saya memulai kehidupan baru di Pondok Pesantren Pabelan. Berseragam putih hitam, kami duduk sejajar di alun-alun masjid tua yang berdiri kokoh di jantung pesantren. Semua mata tertuju pada seorang kiai muda di […]